Thursday, May 26, 2016

22 mos

It is quite a struggle to live with toddler. I mean, yes I love my child, but yes she is a toddler. It is not fun to live with toddler. Like, not fun! I just cannot sit there play fun doh aallll day or sit beside her to watch her watch her lovely 'powowo'.

I ask questions to myself often. Why or how did this happen? Questioning the presence of your daughter. Why she was there, sitting on my lap while I was praying. Why did she pour a glass of water to floor tho I have said 6-7 times (I do my countings) already. It is her age. It is her right to do so, yet it burns me to death.

Being the youngest daughter in my family with no history of having closed cousins when they were baby made me so hard to connect to Lateefa's world. Besides, relatives, family, husband, friends - all those relationship are having their times. Not all times are good, right? There are times where things are rough and I thought I wasn't that tough and this toddler is being a toddler!

Oh dear. I do need help. As I told you, I question myself often. I become curious on how to anticipate such dull, unattractive, plain days living with toddler. Reading helps. Writing helps better. It is 3 AM and I am not sleepy at all.

I questioned myself while stirring comfort drink downstairs. I just am thankful. So my heart, my damn wise heart told me this in such chaotic situation :

Alhamdulillah semua kejadian sekarang. Now. When I am young. Kalau ada kesalahan, besok diperbaiki. Kalau ngerasa sebel sama Lateefa gara-gara dia narik mukena, numpahin air dengan sengaja, alhamdulillah kejadian sekarang. Handle it. Cope with it. Ini baru anak satu. Belum dua. Have fun. Terus belajar. Mumpung kalau masi muda, nulis kaya di batu. Kalau udah tua, nulis kaya di air. Punya suami kaya K atau anak kaya LittleL pasti kehendak Allah yang ga mungking ga ada maksud di balik itu. You are more than just boiled water, Dit. You can soften potatoes and hardened eggs.

I was surprised I cud hear myself telling myself such brilliant lines in seconds. Allah Maha Besar dan saya berterima kasih atas pertolongan yang datang setiap hari. Dan kesehatan. Dan iman Islam.

Monday, February 29, 2016

Masak

Tauuu banget kalau jadi perempuan tuh harus bisa masak (apa nggak ya??)
Dan mauuu banget belajar.

Ceritanya baru beli tempat bekel baru buat suami dan itu yang membuat saya mulai terinspirasi untuk masak dengan variasi yang akan terlihat bagus di tempat bekel suami saya. Semoga bisa cepat terlaksana nih acara masak-memasaknya hehe.

Lagi mau bikin sayur tumis aja sih, dan mau belanja di pasar untuk nyetok makanan seminggu, cuma belum kesampean juga. Alhamdulillah hujaaan terus, acara mau jalan sama Lateefa kadang kepending karena mesti nunggu weekend dulu baru jalan sama papanya pakai kendaraan pribadi. Ngga apa-apa juga sih.. Tapi mau banget juga nih nyetir sendiri ke mana-mana, ga ngangkot lagi. Ah, fokus deh. Masak dulu!

Sekarang banyak banget source yang bikin ngiler yaa. Ini lagi lihat IG nya @@tiyarahmatiya dan food52.com dan itu salah banget deh. Apalagi kalau ada inspirasi datang tapi ngga ada bahan-bahan nya, apalagi kalau laper segala... Life oh life.

Semoga bisa cepet kesampean masak sehat buat suami dan Lateefa niih. Amiin!

Sunday, January 24, 2016

Classic


It never fails me.

Beberpa hari lalu beli buku di periplus.com dan udah beres baca The Little Prince. Satu lagi beli kumpulan cerita klasik Hans Christian Andersen. Duh, bener deh, bisa ya mereka menginspirasi sampai puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun.

Mulai kepikiran untuk punya personal library supaya beberapa buku yang kira-kira readable buat Lateefa, bisa dia baca juga di kemudian hari. Beberapa minggu kebelakang memang lagi suka sama cerit pendek, puisi klasik, sama quote yang menginspirasi. Jadi berasa kaya kuliah dulu yang kerjaannya baca buku terus. Heheh. Bedanya kali ini ngga ada analisis karakter dan foreshadowing... tapi tetep aja sih pas baca sesuatu pasti langsung "ini simbol artinya ini nih" "oh bagian ini ada foreshadowing-nya tadi" "karakter ini perangai nya ini" and bla bla bla lainnya.

Buku The Little Prince sendiri cukup menohok buat saya. Cukup mengingatkan saya bahwa di dalam tubuh orang dewasa yang saya punya sekarang, saya ngga lebih dari salah satu grown-ups yang punya pikiran ruwet, penuh dengan kesombongan dengan merasa saya sudah dewasa dan yang paling bener, bahwa saya tidak sensitif, saya pengen sesuatu tapi ngga tau kegunaanya buat apa di kemudian hari.

Ada yang cukup menjadi highlight yang masih saya ingat dari cerita ini dan satu hal yang saya pikir benar karena seseorang yang saya tuakan, yang saya percaya, bilang "lebih baik diam, mengkel di tenggorokan, tapi justru yang diam akan mendapat pahala". Berbeda sama kebanyakan quote yang saya selama ini temukan "speak your mind" "You believe that things are better when left unsaid, well you're a fool" "do not be afraid for truth needs to be spoken" dan lain-lainnya.

Shakespeare bilang "some feelings are better remain unsaid" dan di buku The Little Prince ini "words are a source of misunderstanding".

Saturday, January 2, 2016

Pain to Pretty Results

Looking back to my college life files, everything filled with random DIY projects. From embroidery to hama beads, from doodles to handmade magazine collage cards, from t-shirt necklace to resin pendants. Everything I have missed so far.

I have issue with organizing. That this the hardest part to be organized, the hardest part to be focused on sorting stuffs, it is too much pain to just sit watching TV or do dishes without make something each day. Crafting is my hobby, one of many, and really I cannot focus on what I want to do and it hurts me. It makes the closest people I live with sick. I was wondering what is wrong with making? What is wrong with having a hobby of making something by myself?

Time flies and I have lack of time to do my hobbies. I stressed out. I couldn't think right. Making, creating, in any forms is always my escape. Now I do understand why it hurts and make people I am close to. I cannot organize stuff. It is scattered everywhere anywhere since I just piled them until dusts is everywhere.

It is my issue. It has always been.

Sekarang harus banyak belajar untuk bis rapi-rapi dan membuat semuanya bersih. Karena saya ngga hidup sendiri. Saya punya tanggung jawab - anak dan suami. Saya bukan anak kecil yang kalau dikasi tau marah dan pundung tanpa mau memperbaiki. This is the way I green my grass. Start from myself. Yang pasti, berproses.

I start organizing my Pinterest boards


I started organizing my folders - renaming them, replace folders, things I have NEVER done before.. to be honest I don't think this is important but I think it is time to change and changes can be done by starting something small.

 
 Semoga bisa terus berlanjut melakukan perubahan positif. Mungkin dengan mau beberes dan rapi-rapiin barang, orang-orang terdekat ridha sama hobi saya :P

Wednesday, December 30, 2015

Ego



I often lose hope. I often give up. I often cry and I know I am a fragile glass that is easily shattered. Lateefa is getting better alhamdulillah. Udah ngga demam. Masih rewel. Masih marah-marah. Tapi alhamdulillah udah ngga demam dan harus dijaga karena kan tipes ya.. Hal ini bikin nangis juga. Bikin setiap kali lihat dia, rasanya Allah ngasih dunia gw cuma di 1 orang. Rasanya Allah ngasih kebahagiaan gw cuma di 1 sosok. Padahal masih ada suami yang harus didengerin, masih ada suami yang harus diurus, masih ada suami yang harus dimengerti karena dunia-akherat gw bergantung sama ridha-nya dia.

Gw sadar, sering banget gw jadi orang keras kepala dengan merasa benar sendiri. Sering jadi istri yang ga mau dengerin suami karena gw pikir opini dia ga ada dasarnya, gw yang paling tau apa yang paling baik buat gw dan dia dan Lateefa, gw yang paling bener dalam menentukan segala yang berhubungan sama Lateefa, pokonya apa-apa mom knows best, happy wife happy life so please make me happy by listening to me, ini, itu, and so on, and I neglect his feeling.

I feel stupid. I AM stupid. How come I turned into this blind love, a blind love to Lateefa? How come I close my eyes and mind and heart and everything to what I feel, to what my husband feels, to what OUR relationship feels? How could I keep silent? How could I cry and throw the stone to my husband that it is all his fault, that HE is the one who should listen, that HE is the one who should change, that HE is the ONLY one who make mistake because I ALWAYS right?

Love doesn't work that way. Love listens. Love cares. Love accepts. Love understands. Love does magic.

And we created our magic. We went thru magical moment with our families.

It worked. But still life is endless learning process and uncountable series of heart aches, unbeatable misery, that I believe we can create our happily ever after together. It is us who create it and it starts with MYself. That I should listen, that I should care, That I should accept, That I should understand, that I should be patient, more patient of more magic to come.

Bear with me A, bear with me Lateefa. I love you guys and I am sorry to hurt you both in this process called life. I love you too much. <3

Sunday, December 27, 2015

Life



 Lateefa kambuh lagi tipesnya. Rasanya sediih banget. Tapi harus dijalanin dan ekstra istirahat dianya.
Tadi tersirat pemikiran ini pas lagi nunggu : iya ya, manusia..lagi hamil mau punya anak, ada yang belum punya anak mau adopsi, ada yang udah punya anak angkat eh dibunuh demi harta, ada yang tinggal di rumah luas malah mau rumah kecil supaya gampang beresinnya, ada yag tinggal di rumah kecil mau tinggal di rumah besar.

Mungkin inti masalahnya ada kurang bersyukur. Seperti gw. Saat Lateefa sehat dan lari-lari sana sini gw berharap bisa napas, istirahat, capek banget nemenin dia. Ini sekarang dia sakit lagi...ngga se-lemes waktu di rawat inap sih alhamdulillah..tapi tidurrr dan reweeelll dan gw bilang ke diri sendiri : mending capek deh lari sana-sini nemenin Lateefa daripda liat dia sakit, lemesss, tidur...rewelll... :'(

"dari Allah semua pasti baik", setuju. ga mungkin ga baik dari yang maha segala-galanya. Kalau dari Allah-nya air putih, kalau 'wadah' nya air putih juga pasti jadinya bening kan..bersih.. Tapi kalau dari Allahnya bening, air putih...'wadah' kita isinya air kopi..ya jadi kotor juga kan isi wadah/gelasnya?

"it is not the situation, it is what you are made of", another stab. Baca di 9gag dan ini enohok gw banget. Bukan gimana situasi atau kejadian yang datang pada kita tapi tergantung dari 'material' kita. Air mendidih membuat kentang yang keras menjadi lembut dan membuat telur yang tadinya cairan menjadi matang, jadi padat. Padahal situasinya sama : air mendidih. Yang beda apa? Material nya. Kentang mentah dan telur mentah.

Lateefa sakit tu bikin my world upside down. Semuanya kayanya lebih susah. Lebih sedih. Lebih berat dari yang terlihat. Tapi kalau Allah ngasih gini pasti gw dan suami kuat untuk ngadepinnya. Cuma kadang bingung aja kalau lagi ngga solat,curhatnya gimana.Paling pas nenenin dia, atau ngobrol sama suami, atau pas share sama keluarga atau saudara nangis bombaynya, ngga bisa solat kan.

Semoga semuanya bisa diterima dengan baik sama gw dan suami. Semoga ini bisa menjadi pelajaran buat gw dan suami untuk terus ngejaga Lateefa. Amiin.

  

Thursday, December 24, 2015

Moment




Mam,
semalem kepikiran gini pas nenenin Lateefa : apa jadinya ya kalau ditinggal ibu dari umur 8 tahun? Gimana rasanya ys kalau tidur sendiri tanpa ada suami setelah 31 tahun menikah? Sama siapa ya, mama berbagi keluh kesah? Dan tiba tiba langsung nangis bombay.

Sehabis ada pikiran kaya semalem, rasanya mau deh cerita sama Mama tentang susahnya jadi istri dan ibu. Susahnya mengurus anak dan suami. Repotnya bagi waktu antara beresin rumah, jualan, ngajar, dan ngurus Lateefa. Jadi inget beberapa tahun lalu, pas mama ultah saya bilang ke papa "Pa, kita beliin mama tasbeh yuk. Yang mahal, Pa. Yang kristal". Masih inget reaksi mama saat nerima tasbeh itu dan masih inget banget tasbeh itu selalu dibawa-bawa sama Mama. Sampai akhirnya mama harus dirawat di salah satu RS di Bogor, karena tasbeh itu dipegang terus sama mama daru IGD ke kamar, saat diinfus, sampai akhirnya mama tidur...dan hilanglah.

Kepikiran mau kasih mama sesuatu. Bukan tasbeh lagi ah sekarang mah, mukena dari Tatuis aja ya Mah buat dibawa-bawa. Pas banget motifnya bunga dan warna krem yang mama suka. Pas banget lagi diskon di Moxy. Maklum deh yaa saya mama modis (modal diskon). Eh, sekalian mau beli wide selfie lens, ah.
Biar kalau foto bisa tigaan sama mama dan Lateefa, ga jadi tukang foto terus :P

Selalu ada momen pas ya buat belanja, terutama akhir tahun :D

Thursday, October 8, 2015

Modal

Gw selalu berfikir : kalau modal gw cuma punya Allah. Minta aja terus segala hal. Allah Maha Kaya. Maha segala-galanya. Terus aja minta karena modal satu-satunya yang bisa diandelin emang solat sama zikir aja.
Now I do think I am old enough for you to call me Maaa..Maaa! Mamamamamaaaaaaaaa.
Luv you Lateefa.

Monday, October 5, 2015

Listening

One of The Used favourite song title but the lyrics are totally the contrary. "Just say what you wanna say.. I'm not listening anyway".

Listen. Listening.
It is a crucial activity that leads to total chaos or absolute peace. Ngga tau kenapa, mendengarkan seseorang tuh kok agak susah ya? Lebih susah daripada bicara ngotot, lebih susah daripada tarik urat teriak-teriak menjelaskan kemauan kita, lebih susah daripada diam.
Gw termasuk orang yg kalau cerita mau didengerin tapi belum tentu mau dengerin orang dan betapa gw sadar I such a selfish biatch.

Gw dapet share dari facebook, tentang ibu lima anak yang mengalami keadaan depresi berat dan membunuh kelima anak kandungnya dimana sang suami (ayah dari 5 anak tersebut) adalah workaholic. Terus, gw baca lagi ada serial killer yang has raped thousands of boys and girls dan ngerasa ga ada yang pernah baik selama hidupnya. Saat ditrace, ternyata itu berasal dari kehidupannya yang berlatar belakang petani miskin dan dia ditinggal ayahnya dari umur 8 tahun. Lalu, di sekolahnya dia mendapat perlakuan ngga baik bahkan sampai pemukulan dan pemerkosaan. Disitulah dia memutuskan untuk bersikap ga baik ke semua orang dan menyatakan "I hate human race including myself".
Saat di penjara, karena merasa kasihan sama si pembunuh ini, seorang sipir ngasi 1 dollar untuk beli rokok dan minum. Itu kebaikan pertama yg dia terima and long story short, they became friends. Si sipir memberikan kertas dan pulpen tiap hari untuk pembunuh tersebut menulis. Dan tahu selanjutnya, cerita pembunuh ini jadi acuan psikolog atau jurnalis supaya kita tidak menciptakan monster seperti dia.

Dari dua cerita yang gw baca, gw bisa menyimpulkan bahwa kita perlu orang yang MENDENGARKAN. Gw butuh PENDENGAR. Gw harus bisa jadi PENDENGAR yang baik untuk ORANG LAIN.
Dalam hubungan suami istri, sering gw mau ngomong apa lupa gara-gara dipotong sama suami. Pas suami lagi mau share sesuatu, gw sering motong dengan alasan takut lupa kalau ga ngomong saat itu juga. Kalo ga salah ada yang permah bilang motong omongan orang ga lebih baik dari seekor babi.

Gw selalu ngerasa, Islam itu keras. Tapi benar. Islam itu susah diterapkan. Tapi berbuah surga. Plis jangan hubungin sama kerasnya jihad dengan menggunakan AK-47 atau bom rakitan. Hell with them coz am talking about more loathsome creature inside me. Gw bilang keras karena aduuh coba deh. Istri dari masak, beberes, urus anak ,suami, rumah tangga. Kirain gampang? Tapi itu kan perkataan Rasulullah SAW pas ibu-ibu mau jihad dengan ikut perang? 'Urus anak, suami, rumah tangga. Disitulah jihadmu'. Bubar deh itu ibu-ibu yang demo. Keras/nggak memang relatif jadi tolong pas baca ini ga usah bandingin gw sama diri loe atau nyokap loe atau orang lain. I am talking about myself.

Jadi pendengar yang baik aja susahnya minta ampun. Solat 5 waktu sering kejedug ngantuk atau capek. Dengerin keluh kesah suami kerja aja malesnyaaaaaa..padahal kita partner.

Buat suami, i need you to hear me. I do not need you to change me. Just hear me. I am trying my best to hear you walau kadang aku ga mau. Walau kadang keburu ilfil karena kamu cerita terus dan pas aku cerita kamu cuek aja. Kalau ga sama suami cerita sama siapa coba?
This is why I have a blog. This is why I am talking nonsense to the wall and keep things shut, zipped, silent.

Punya Lateefa heals me a lot. She is my therapy. I would go crazy without her. Her eyes bring my soul to the ground again, knocking out gravity. And above all, I am moslem. Pelajaran dalam Islam makin kerasa setelah menikah dan punya anak.

Mudah-mudahan dengan background agama yang sama, kita makin bisa toleransi dan saling mendengarkan satu sama lain ya a. amiin.

Saturday, October 3, 2015

Edge

I am in an emergency. In a rush. I cannot think. I cannot feel. I am itchy to create. I am haunted. I am distracted. I am scattered. I am demolished.
Sometimes, most of the times, I miss making something. Moving my hands on pliers, combining stones and beads, screaming and talking nonsense in front of the microphone.
I do not need a yes or no. I do not need a smile or a frown. I do not need a password to let me keep going or a warn to stop me.
I just am exhausted. I just am smashed. I just am broken. I just am depressed. I just am all that.
And I do not know why or how to keep going. Or survive. Or stop.

Tuesday, September 29, 2015

Males

Duuh .
Males banget mau seterika. Ada hari lain kan ya. Tapi pasti di hari lain itu setrikaan udah lebih numpuk lagi. Bener ya. Hidup itu never ending learning. Kalau sekolah kan sampai doktor, profesor, sampe penemu apaaa gitu ya. Kalau hidup? Sampai meninggal kan belajar terus.
Belajar menghilangkan rasa males itu yang paling susah buat gw. Jujur, kembali ke rutinitas kaya waktu belum menikah seperti bikin kalung, cari supplier sampe ke luar Bogor, ngelukis gajebo, jahit pouch ngabisin bahan gegara belum mahir dan belajarnya modal nonton via youtube doang.
I have no idea how motherhood makes me dull like this. Kan harusnya kalo udah tumpul, diasah dong. Iya ga sih?
Gw bukan tipe orang yang bisa konsisten dengan hal yang gw lakukan. Tapi bener deh, diantara ketidak-konsisten-an gw, gw paling kangen sama nyanyi, habis itu gambar ga jelas, terus bikin aksesoris. Cuma bener deh housechores bikin males ngapa-ngapain. Belum ngerjain aja udah males duluan. Ended up spending my time on instagram and chrome for hours. Ah bener deh.
Banyak yang harus diasah ya... ini kan baru punya anak satu, kalau dua? Adaptasi lagi kan berarti?
Mending cepet punya anak kedua aja apa ya? Hahaha!
Ahhhh udah ah. I end my nonsense here. Gotta go. At east just do it for few minutes : IRONING!

Wednesday, September 16, 2015

Writing

I do miss writing. A lot. Sometimes just cannot find right time to.. or am making excuses here?
Iya kayanya excuses deh ya. Hahha! Pengen beli buku yang agak bagus untuk tulisan tangan gw yang jelek. Susah banget sih ya konsisten. Ngga ngerti nih, semenjak gw menikah kayanya belum ada yang gw lakukan dengan baik dan benar. Walaupun baik dan benar itu proses dan life is never-ending learning process ya. Kayanya ga bisa baik dan benar karena gw kangen sama hal yang bener-bener gw mau lakuin. Kaya nulis/curhat ga penting gini nih.

Selain nulis, gw kangen nyanyi. Kangen bikin musik sama MC. Kangen nyanyi-nyanyi lagu orang di studio. Kangen nyanyi aja deh.
Hmm..apalagi ya..gw kangen crafting. Udah mulai kaku lagi kayanya dan ide udah mulai menumpul (jie..padahal dari dulu ga pernah tajem juga idenya).

Tumpukan setrikaan sama cucian kan ngga salah ya..tapi gw akan menyalahkan mereka atas kemalasan gw berkarya/curhat disini/posting jualan. Well.. jagain Lateefa emang nguras waktu seharian dan habis itu gw nyapu,setrika, kalau masi ada tenaga... harusnya abis itu bisa konsisten nulis/bikin lagu/ngegitar ya..
Besok coba ah main gitar sama Lateefa. Hehehhe. Asik kayanya. Walopun takut juga senarnya copot karena ditarik Teefa..suami jg takut sih..takut kena mata atau anggota tubuh lain Lateefa pas senarnya copot.

Ah..udah ah jadi bingung deh mau ngapain. Kalo kangen nyanyi ya nyanyi aja deh ya..besok deh nyanyi. Abis hari ini masi lemes. Kemaren pening seharian. Hari ini getting better alhamdulillah cuma masi lemes aja.

Lateefa..besok kita main dan nyanyi yaaa :*

Monday, September 14, 2015

Cooking

Really I need to take this seriously. I need to cook good food for my husband ans especially my one and only Lateefa. Aaagh..
There is always endless chance in life, what we all call tomorrow.
Semoga besok bisa dimulai masak makanan sehat yang baik dan benar. Amiin!

Thursday, September 3, 2015

Demons

Old songs.but really...
Demons - Imagine Dragons

When the days are cold
And the cards all fold
And the saints we see
Are all made of gold

When your dreams all fail
And the ones we hail
Are the worst of all
And the blood’s run stale

I wanna hide the truth
I wanna shelter you
But with the beast inside
There’s nowhere we can hide

No matter what we breed
We still are made of greed
This is my kingdom come
This is my kingdom come

When you feel my heat
Look into my eyes
It’s where my demons hide
It’s where my demons hide
Don’t get too close
It’s dark inside
It’s where my demons hide
It’s where my demons hide

At the curtain’s call
It's the last of all
When the lights fade out
All the sinners crawl

So they dug your grave
And the masquerade
Will come calling out
At the mess you made

Don't wanna let you down
But I am hell bound
Though this is all for you
Don't wanna hide the truth

No matter what we breed
We still are made of greed
This is my kingdom come
This is my kingdom come

When you feel my heat
Look into my eyes
It’s where my demons hide
It’s where my demons hide
Don’t get too close
It’s dark inside
It’s where my demons hide
It’s where my demons hide

They say it's what you make
I say it's up to fate
It's woven in my soul
I need to let you go

Your eyes, they shine so bright
I wanna save that light
I can't escape this now
Unless you show me how

When you feel my heat
Look into my eyes
It’s where my demons hide
It’s where my demons hide
Don’t get too close
It’s dark inside
It’s where my demons hide
It’s where my demons hide"

Tuesday, July 7, 2015

Tampek

Demam dari hari Jumat kemaren itu ternyata tampek. Sakit demam tinggi yang bikin muka Lateefa bintik-bintik dan hari Minggunya perut dan punggungnya juga ada bintik-bintiknya.

Mudah-mudahan dua-tiga hari ini demam dan bintiknya hilang. Gw agak cemas kalau anak demam lebih dari 3hari.

Kalau anak sakit gini, gw suka kepikiran gimana dulu nyokap ngurusin gw sampai gw besar dan sampai gw menjadi tanggung jawab suami. Ngejaga supaya anggota badan gw tetep utuh, supaya ga cacat mental, supaya ga kurang gizi, supaya ga ketinggalan pelajaran, supaya pertumbuhan gw sesuai sama petunjuk buku atau bahkan mendahului teori tumbuh kembang anak.

Gw sering ngerasa takut. Apa bisa jadi ibu yang baik buat Lateefa? Memberi contoh kebaikan dan amal sholeh setiap hari, makan minum dengan tangan kanan bukan tangan kiri, cicip makanan sambil duduk ngga sambil berdiri, bukan marah teriak menggurui tapi menasehati.

Tapi balik lagi, rasa takut ga akan nyelesein masalah. Gw tau itu. Dan karena aware akan rasa takut yang gw punya, gw ngebalikin semuanya dengan doa. Doa supaya Lateefa pinter makannya, supaya ga berkali-kali kejedug kepala depan, samping & belakangnya, supaya perkembangannya lancar dan terus bisa gw jaga.

Jadi ibu banyak sekolah dan seminarnya tapi untuk praktek sahari-hari, silahkan rasakan sendiri. Sama kaya anak kecil yang sekolah, ada deg-degannya (kalo anak sakit), ada malesnya (terutama males masak), ada ga sempetnya (ga sempet sarapan/ga sempet ngejemur pakaian).

Semoga terus dikasi kemudahan untuk gw & suami membangun keluarga yang samara, yang amal ibadahnya diterima sama Allah, yang perbuatannya diridhai sama Allah. Sering kangen sama pengajian. Ga tau kenapa.

Lagi dapet hari kedua ni. Males mau ngapa-ngapain maunya nyemil terus. Salahin hormon deh kalau lagi mellow atau lagi males. Selalu salahkan hormon. Jangan salahin diri sendiri xP

Bhaaay!

Saturday, July 4, 2015

Tumbuh Gigi

Ngomongin tumbuh gigi, Lateefa stuck di 2 gigi bawah sampe sekarang. Dia udah mau 12 bulan, this July 23rd. Hari ini gw izin ga ngajat lagi karena Lateefa demam, dan seperti biasa dia rewel, diapa-apain salah : digendong nangis, diajak maen mau mau ngga ngga, walopun alhamdulillah masi mau main dan makan walau frekuensinya sedikit.
Ini aja kebangun lagi dari tidur malemnya yang baru 45 menit terus melet-meletin lidahnya. Kaya mau tumbuh gigi (lagi). Atau gw yang keGRan ya. Heheh.

Suami lagi di Pacific Place. Meeting and sketching new restaurant with his friend. Sedih deh hari Sabtu yang harusnya dia bonding time with Lateefa jadi kepotong gara-gara ada kerjaan. Tapi, kerjaan juga kan yang bikin dia dapet pahala ya. Bonding time nya bisa besok dan masih ada selama-lamanya yang masih lama. Amiin.

Gw lagi ribet sama tas dan pengiriman. Belum punya waktu beberes gudang/studio. Setrikaan numpuk. Jemuran ada seember belum dijemur. Kalo list nya panjang rasanya jadi males ngerjain. Ini aja baju Lateefa buanyak banget numpuk, belum gw kerjain. Males...

Ngomong-ngomong pekerjaan rumah, jadi inget istri Syaidina Ali. Siapa teh namanya? Aisyah ya?
Yang ngeliatin tangannya yang kapalan ke Rasulullah SAW. karena nimba air terus. Perkataan Rasulullah 'cuma' : itu yang akan membawa ke surga. Kurang lebih gitu ya. Semacam tiket untuk ke surga.

Jujur, kisah teladan kayak gitu memotivasi gw untuk menjadi ibu & istri yang jauh lebih baik dari sekarang di segala aspek. Walaupun prakteknya tetep aja susah. Tapi at least gw punya motivasi dan punya niat. Setelah niat, tinggal dilakuin and that is the hardest part : praktek ; do.

Semoga saat ada waktunya nanti, setrikaan beres..walaupun cuma baju Lateefa. Amiin.