Friday, November 24, 2017

Workshop

Hari ini ada workshop bersama Gwendolyn Mamanua. I like her name, FYI. Dan hari ini berasa semangat lagi karena ternyata I am lack of knowledge ya. Tentang apapun. Dari Bahasa Inggris ke Parenting... Dua hal yang berbeda but I live in both words. Makanya seneng banget rasanya kalau ada workshop, tentang apapun yaa. Alhamdulillah hari ini dapet ilmu lagi.

Lateefa main di Enin Tini hari ini. Main sama Kakak Iqis juga. Hari ini kayanya mau serah terima faktur. Semoga kelar dan ngga usah urus surat lagi.

Kembali ke workshop, ada yang menarik dan merupakan hal baru buat saya. Bawa lesson plan itu penting. Saya buat lesson plan tapi susah kalo buat kelas anak-anak nih. Paling sering bikin buat kelas Basic 2. Di wokshop ini dijelasin bahwa dengan lesson plan kita bisa lebih prepared, confident, dan setting target sesuai dengan objective.

Wait, I'll be back. ☕

Thursday, November 23, 2017

Ilmu dan Amal

Setelah kejadian gabus, hari ini agak syok karena hampir kena penipuan dengan kedok e-cash mandiri.

Long story short, saya jualan di OLX. Ini orang nawarin transfer pakai ecash. Saya iya in aja biar cepet kan. 60ribu tuh totalnya.

Pas saya masukin kode ecash mandiri dan OTP, tulisannya : this will deduct your money Rp. 700k++ (saya lupa berapa detailnya).

Deduct kan narik ya. Walopun ga bisa juga narik uang 700ribu secara di Mandiri saldonya ZEROπŸ˜‚

Akhirnya orang itu nanya struk. Nelepon saya. Saya kaget langsung ngeblok nomernya di WA+telepon. Sekarang agak sedih karena kehilangan barbuk. Udah direport as spam di WA, eh bukti dia kirim transferan ecash sebesar 60k ngga ada. Dia kirim juga cara aktifasi e-cash nya. Saya inget di situ, dia suruh pilih bahasa Inggris. Untung yes saya ngerti arti deduct.

Saya langsung whatsapp suami, saya bilang saya kaget. Jualan online selalu ada resiko. Ini pelajaran berharga, alhamdulillah masih dilindungi Allah dan Allah ngasih tahu saya untuk lebih waspada dan hati-hati dengan kejadian ini, dengan kejadian kemarin.

Seperti biasa PakSu replied hilariously. "Bilang kita udah lacak dia. Kamu ga selamet malem ini. Anda masuk kandang buaya". I was like : hey, I am shyok and you did this to meee??? πŸ˜‚ No but really, that's how to soothe me.

•••

Saya orangnya ga woles. Dia woles habis. Saya orangnya ga enakan. Dia santay aja shaaay. Saya orangnya berdasarkan rencana, dia kalo ga based on the plan ga apa-apa. Saya orangnya ngga terlalu ngocol, dia lumayan ngocol sampe ke tahap ngeselin sih (hahaha, ini ngga kok..ngga salah πŸ˜…)

Tapi, sering juga saya yang ada di posisi dia. Atau kami di posisi yang belum pernah kami temui sebelumnya. Cuma ada satu persamaan yang jelas : kami terbalik.

Kami tidak satu kutub. Kami berbeda. Yaeyalah secara ender juga beda, kan. And that wraps our lives, our relationship, our ways to communicate. Cara komunikasi bahasa sayang, kesel, minta tolong, komentar...semuanya beda.

Tapi..magnet beda malah nempel kan?

Dan itu yang saya pelajari di level 1 komunikasi produktif Bunda Sayang IIP ini.

Dengan adanya review Level 1 KomProd, Cemilan Rabu nya yang menyegarkan jiwa raga, jatuh-bangunnya saya menerapkan komprod di saat PMS..seriusan itu bukan kombinasi yang menyenangkan, melainkan tan-ta-ngan. Tapi tantangan ini seumur hidup. Tantangan ini se-la-ma-nya. Kata-kata "Partner yang baik adalah partner terbalik" masih nempel di otak saya.

Penerapan akan ilmu inilah yang akan menjadi ladang amal, bukan? Selamanya belajar. Selamanya menggali kesalahan, selamanya memperbaiki, lalu jatuh lagi tapi tidak di lubang yang sama melainkan falling forward.

Ilmu bisa didapat darimana saja. Dari siapa saja. Tantangan paling besar dan paling unik ternyata ada di anak. Kalau di suami, mungkin karena kita dewasa, kita punya ego, kita rasional (walau sering juga nggak 😐) bikin saya bisa komunikasi dengan suami dengan lancar - di luar baik atau tidak nya cara komunikasi itu tapi sejauh ini yang saya tahu, kami selalu punya hasil yang baik, mengarah ke kebaikan.

Kalau sama Lateefa, unik dan mesti diulik. Komunikasi produktif mengajarkan saya untuk be present. Saya seharian sama dia. Kalau sama suami sedang marahan, dia tetap bekerja dan jarak mengatur semuanya jadi lebih baik saat kami bertatap muka kembali di malam hari. Sementara kalau sama anak? Kesel sebel ngerasa poweless juga dia ada di situ. Jadi ini yang harus diulik.

Saya ingat sejak pindah ke kontrakan, Lateefa sering ngompol, suka cari perhatian dengan bicara lantang terutama saat saya sedang dengan PakSu, sering minta disuapin dan ditemenin. Dari review komprod yang saya dapat, dia butuh banyak "kalimat mendukung" dan "waktu bersama" yang cukup signifikan. Tentu waktu bersama yang menyenangkan.

Seperti misalnya pagi ini, kami mulai "sekolah" lagi di rumah. Mulai main Ibu Guru lagi. Mulai bernyanyi dan berdoa bersama lagi. Saya ngarang aja lagu yang kira-kira cocok sama hal yang ingin diperbaiki dari Lateefa. I ended up singing : Aku anak mandiri, pakai baju sendiri. Aku anak mandiri pakai rok celana sendiri, aku anak mandiri pakai sepatu sendiri, tak lupa juga tas, topi, dan kaus kaki. How does that sound? Saya ganti liriknya sepanjang siang : aku anak mandiri, bisa pipis sendiri. Aku anak mandiri makan kiwi sendiri, buang kiwi sendiri, mandi sendiri, makan sendiri. Pokonya diganti sesuai kebutuhan. Alhamdulillah hari ini dia berhasil dititipin di Uti dan di rumah dia pipis, cuci tangan kaki muka mulut sendiri (saya monitor, tapi dari jauh), itu efek dari lagu hebat Ibu Guru... 😁

Ternyata ada juga ilmu repetisi. Dan ini yang saya coba ulik. Repetisi yang menyenangkan. Repetisi yang membangun.
Saya berusaha menerapkan KomProd, walaupun untuk konsisten masih sulit, tapi yang jelas harus diamalkan.

Saya jadi inget adab akan ilmu di kelas Matrikulasi BunProf. Langsung kepikiran Ibu Septi dan Bapak Dodik. Gimana rasanya ya jadi orang yang membagikan ilmu positif ke banyak orang, ke pintu peradaban, ke kami para Ibu yang awalnya buta ilmu.

•••

Level 1 ini mengingatkan juga akan quote : you are your only limit. Bahwa ternyata saya bisa kok mengerjakan pekerjaan domestik sendiri, bekerja, urus anak dan suami, dan punya waktu untuk sendiri. Hanya butuh diulik saja. Kalau rumah belum rapi, masih ada esok hari. Kalau cucian belum kering, bisa kembali dijemur saat terik matahari. Ngga ada sayur, bisa melipir ke warung untuk beli yang ada dulu. Tapi kalau urusan anak&suami, ngga ada yang bisa ditunggu. Ga ada yang bisa diulang. Cuma bisa diperbaiki.

Terima kasih ya, A, Nak..udah mau nemenin saya di proses ini. I really appreciate it. I really mean it. Nuhun pisan. Group huuuuugs!!

Kamis depan mulai level 2. Deg-degan! Semoga bisa jauh lebih baik dari level 1. Amin!

Wednesday, November 22, 2017

Another Lesson Learned

So I waited until 7. That stupid styrofoam stayed. There's no way I waited for another day for it to come out. I was so frustrated. I was out of my mind.

I forced Lateefa to take a bath so she could sneeze. Hoping that foam jump outta her nose. I was agitated I dried her hair roughly and she complained "sakiit mamaaa!!"

I was too tired to be nice to people so I refused when my in laws offered to take us to hospital. I called my husband. I was thinking which hospital is closest to us so we can meet quickly. I chose BMC.

Three of us meet there. That was nice wen it was only three of us. No mask nor fake smile so I said sorry to my husband. He told me to be patient. He asked me "punya Allah kan?" And I took a deep breath. And he told me "gini kalo punya anak..jadi belajar sabar kan.." I was about to cry. It's just.. TODAY is too fast. From lunch at Yogya Bogor Junction. To survey. To motorcycle arrival. To water incident in the living room. To this crazy styrofoam accident.


Even recalling what have occured is tiring. But I have got tru this. We have. It's just I need time to accept, to absorb what has just happened in my life today.

Went home with "rumahnya keos amat ini neng" comment. To piles of dishes and clothes to iron. To cooking dinner. To enjoying an orange and here I am, writing this all alone at 00:41. I am sleepy my head is dizzy.

I list few things that make me grateful to call it a day :
1. I got Outstanding Performance badge from IIP Bunda Sayang Batch #3
2. Got first email about Blogger Award from IIP
3. That stupid styrofoam was outta my daughter's nose
4. I still have two cups of TUKU (thanks, husband!!)
5. I still have food on my table.
6. There are three kinds of fruits in my fridge

I am happy that it is another day of lesson learned. Of worrying and praying. Of relieved and feeling blessed.

Semoga besok lebih woles dari hari ini ya. πŸ˜…

Tuesday, November 21, 2017

Tidur Siang

What happened when she didn't take a nap :
1. Injek dus pampers
2. Main air di tengah ruangan
3. Masukin gabus ke hidung dan ga bisa keluar
4. Nangis lama banget
5. Sangat menguji kesabaran πŸ˜…

Cuma hari ini emang saya juga capek kali ya. Jadi ini lagi didiemin aja nih anak satu. Pengennya baca cerita. Pengennya uwel-uwelan. Cuma ya gimana lagi. Udah keburu sebel ngerasa powerless saya.

Ini dia ngomong :
1. Kalau kangen Tifa mama jangan marah-marah terus
2. Lateefa mau ditemenin mama. Aku ga mau sendirian
3. Mama. Kalau aku ngomong mama jawab dong
4. Mama.. mau ditemenin..mama..mau temenin Tifa gaaa!!!
5. Huwaaaaaaaaaaaa!!!!!

Duh Nak..
Semoga gabus itu keluar dengan sendirinya ya Nak.

Monday, November 20, 2017

Monday Mood

Oooh you know how rough Monday could be. Pagi-pagi udah ada susu tumpah, coretan di dinding, anak nangis ga mau mandi...πŸ˜…

Urusin STNK n pajak di Samsat. Jalan-jalan sama uti atung bidey Olivier hari ini. Ke pasar. Makan siang soto. Beli Sido Mampir. Whoa. Alhamdulillah.

Ini udah di ILP lagi belum make up-an. Masih ngantuk. Hahahha. Tapi seru ya beneran deh. Tinggal sendiri. Mandiri. Punya kesempatan buat ambil keputusan.

Sangat menyenangkan kembali berada di proses belajar (lagi).

Saturday, November 18, 2017

Sins

Jadi semalem saya sedih banget kan yaa udah marah sama Lateefa dan suami. Saya minta maaf karena udah marah-marah. I told my husband that was a waste of time and energy.

Sampe akhirnya melihat video dari Nouman Ali Khan. Tentang inner peace. I was like.. Iya ya. Allah Maha Baik memberikan kesempatan terus buat kita memperbaiki.

Dan tadi pagi...ada kecelakaan kutek. Dia buka kutek dan mencoretnya ke tembok. Wuiii, Nak.. Langsung aja saya ambil kuteknya.


Dia menangis. Jadi inget kemaren kan ya. Daripada saya marah-marah. Saya langsung mengambil kutek dan bilang.

"Nak. Kutek buat di kuku. Bukan tembok"
"Mamaa... Aku mau kutek. Mamaaa!!!"
Saya biarkan saya dia menangis.
"Mamaaa jawab donggg!!!"
"Mama udah jawab. Kutek buat di tangan. Kamu coret coret tembok. Mama ambil"
"Mamaaa!!! Mamaaa!!!"

Saya diemin aja. Akhirnya berenti sendiri. Dia ambil yakult. Dan lupa sama kutek πŸ˜‚

Pas tadi berangkat, Lateefa nangis mau sama saya. I said sorry I have to work. Pulangnya beliin dia sosis ah. Hehe..

Friday, November 17, 2017

Dear Dita



You are not alone. You're not a failure. You are a story. And sometimes it's not always a happy ending in some series. Often story starts with nightmare.

You were raised in a broken home. An angry house. Tired mom. Furious dad. But you survived. But you're alive. Although maybe powerless.

So please, do not try to get your power over your kid. Not her. Please. She is the light. She is the seeds. She sees you as comfortable place to be hugged. She sees you as someone who she can rely on.

You are a wife. You are already powerless from the start. Please do accept it. Please switch. Get your power from somewhere else. Or just do house chores.

It has just been 10 days and too much yelling in this house. Too much power. Too much disappointment. That maybe didn't come from here. That maybe have been forever with you but you're just too tired to dig.

There's no such productive communication happened around since morning. I yelled. Lateefa intentionally poured, wasting her shampoo for bubble bath. What hurt me was I was blamed for that by a comment from my beloved husband. That made me yell, did a back fire but it was at her and I was so upset that I cud see she was wondering why. Then I pinched her. She cried. I told my husband I didn't like being blamed. He told me to take care of myself as he's done talking to me.

Now they're off. I'm alone. I felt like I turned into angry mom too many times this week. That I didn't want it to. That I asked myself where was Allah when I was mad? Was I myself? Was this hormones?

I always know I need help. I always know I need friends. I always know I need an escape. I need to take a break.

Being a mom is a never ending story. But I see myself as someone who is difficult to overcome anger and disappointment. I have to accept. That failure is a part of a story. That bad days are part of process to happy ending. I was so mad at myself. I was so sad.

I know I am not alone. I know I matter. I just need help. Someone to talk to. Or sing.
Singing is always good idea. Writing lyrics, too.

Thursday, November 16, 2017

Taking A Break

Wah.. alhamdulillah sudah hari Kamis lagi. Hari ini libur, ngga ada kelas. Rasanya seneng banget bisa jalan-jalan sama Lateefa. Kebetulan hari ini suami cuti juga. Kita jalan-jalan! Yeay! Makan siang di luar dan beli tempat bekel buat Lateefa.

Sampe rumah dia main begini..

"Nak, main apaan nii?"
"Keretaan mah.. mama mau naik?"
"Mau doong.."
"Asik.. kita sambil nyanyi yah"
Saya nyempil di bangku.
"Naik keyeta api..tuttt tutt tuuuuuut"

Saat mau main lagi sama Lateefa, dia udah bawa kabur tempat bekelnya dan mulai berimajinasi.


😍
Mungkin karena dari Zuhur tadi kita keluar rumah dan baru pulang magrib, jadi dia kangen main kayanya. Saya tinggalin minum susu deh anak lucu ini. Ngga lama, saya selesai minum susu dan kembali ke kamar to see this scene. Such a doll 😘


Anaknya udah tidur nii. Kecapean kayanya. Nite, Nak.. Mimpi indah yaa πŸ€—

Wednesday, November 15, 2017

Mendung

Hari ini mendung, cedeum. Maunya uwel-uwelan aja sama anak kecil. Sayangnya dia mau ke Enin. Whaaa. Tadinya mau tidur siang tapi jadinya anterin anak kecil dan bibi ke Enin.

"Nak. Mama ngantuk niih mau tidur siang"
"Mama ga boleh tidur"
Saya sedang duduk di sofa dan dia nyempil aja gitu.
"Aduuh sempit, Ma.."
"Iih..orang mama duluan di sini kaliiii".
Langsung aja saya jailin dia. Daripada kesel gara-gara diganggu duduk di sofa, akhirnya..saya lari ke kamar. "Kamu di situ aja. Bhay! Aku mau tidur yes.."
Anak ini ke kamar, lari ngejar saya dan saat sampai kamar Enin, saya peluk. "Mwah!!! Luv you Nak!"

Akhirnya kita tidur-tiduran di kasur Enin.
"Mama, kita tiduy yu"
Bahahha!! Asiiikkk. Yess!!
"Ma..empok-empok aku dong..."
Setelah diempok-empok dan nyanyi "Tifa bobo..oh Tifa bobo..kalo ga bobo nanti kita mengantuk.." lalu dia tidur.

Alhamdulillah hari ini menyenangkan dan ngantuk. Hahaha. Siap-siap ngajar dulu pemirsah. Sembari ngantuk...

Tuesday, November 14, 2017

Getting High

Siap-siap naik odong-odong!!!
Pagi ini sampe siang dia sangat kooperatif. Yaa walaupun spilled milk sama ngompol tapi ngga rewel. Jadi dibawa naik odong-odong. Sebelum itu saya bilang sama Lateefa bahwa sangat menyenangkan kalau rumah rapi dan mamanya udah mandi.

"Kalau sudah beres, kita main juga kan berdua?"
"Iya..mama mandi ya biar keteknya ngga  bau bawang"
"Bahahha!!! Malu yaa kalau bau..kalau kotor. Kebersihan kan  sebagian dari iman ya Nak..."

Kata kami saat uwel-uwelan di kasur. She agreed. Saat itu saya nerasa natural high beneran karena bersyukur udah punya dia..kisskiss peluk main di kasur tukeran tawa. Bahagia sekali...

Habis itu kita baca angka dulu dan ganti baju. Langsung meluncur naik angkot dan naik odong-odong deh.




Monday, November 13, 2017

Learn from The Beast

Not the best. No. Not this time.

I mean. I made mistake. Well, who doesn't? But this time was like a big time and a thing I forgot which my brother reminds me about it again. Thanks, brother!

It is like learning from your own mistakes. Again and again. We are not perfect. It is so inhuman to tell someone is perfect. I have flaws. Lots of them. But the flaws should be kept perfectly closed, shut, silent. Here in our house. Here in our marriage. Here in our hearts. I am so glad we're learning from mistakes and mistakes are the beast I meant. Evil. Or even evilish thoughts.

Tapi pagi ini emang kesel beneran sih. Lesson learned.

Jadi lagi belajar hidup mandiri kan yaa. Tau tau air bocor. Defisit air lah kita. Dan pas saya lagi diskusi sama suami, ada yang caper pisan.. Ya ampun Nak..tau sih kalau kamu tuh pasti mau ditemenin. Cuma sampe mukul mukul nya itu loh.

"Bisa diem ga teh? Mama lagi masak! Mama ga suka kalo diganggu. Ini kan masih pagi, kamu main sendiri dulu"
Makin pukul-pukul lah dia kan. Saya pukul balik tangannya. (please jangan ditiru ya buibu...) "Sakit ga?! Sini mau mama gendong ga??!"
Udah tarik napas masih aja saya kesel. Akhirnya ke kamar. Sambil gendong anak kecil yang nangis kejer.
Akhirnya saya duduk di kamar sama Lateefa dan mulai bisa ngomong normal."Kamu sakit ga kalo dipukul? Mau ga kalo mama teriak-teriak?"
"Ngga Ma..."
"Iya dong Nak..mama juga sedih kamu nangis nangis gini, ngerengek..kan udah tahu kalau pagi ya mama masak, kamu main sendiri..."
"Iya Ma..."
"Teteh masih kecil, masih banyak belajar. Mama juga masih belajar. Kita belajar bareng-bareng ya buat ngomong lebih jelas. Kalau teteh mau dipeluk, minta peluk mama. Kalau teteh mau ngobrol, minta temenin mama..ya, Nak?"
"Iya Ma..."
Setelah peluk cium, keadaan udah enakan. Lalu, saat saya cuci piring dia bilang, "Mama.. Aku mau dipeluk". Ya ampun...meleleh rasanya...

Dan hari ini abang tukang mainan lewat. Kami beli balon, harganya cuma 1000-an tapi cukup bikin saya dan Lateefa main sampe ketawa lebar.


Sunday, November 12, 2017

Sunday Fun Day

Minggu seruuuu! Anak kecil ujan-ujanan seneng banget. Bogor bagian Villa Citra diguyur hujan angin nih. Bikin Lateefa mau ujan-ujanan. Cuma hari ini saya capek banget dari pagi. Lagi lemes aja kali ni badan ya. Jadi tadi tidur siang sebentar sementara Lateefa narik-narik minta ditemenin main hujan-hujanan.

"Mama ayoooo!" Lateefa merengek sambil narik baju. "Mama! Aku mau ditemeniiin"
Saya lagi selonjoran kan kesel yaa..orang mau istirahat. "Nak, sama papa dulu deh..nanti baru sama mama. Mama mau tidur dulu".
Terus masih aja kan dia maksa. Sampe akhirnya saya bilang "Nak, mama ngantuk mau tidur. Mama selonjoran dulu 10 menit. Habis itu mama temenin".
Alhamdulillah Lateefa keluar kamar dan mau main hujan-hujanan di pager. Sementara saya selonjoran. Dan setelah agak lama, dia kembali lagi ke kamar. Menagih janji saya.
"Mama. Ayoooo. Temenin aku".
Alhamdulillah badan udah enakan dan saya langsung nemenin dia main hujan-hujanan. Sayang saya ngga sempet ambil foto.

She was so happy and excited maen air di luar. Setelah kurang lebih 30 menit, kami masuk ke garasi. Mandi sore pake air hangat yang dimasakin suami. Ngga lama..Uti Atung datang sama Nene Ida. Atung bawain cupang! Yeyeye!


Alhamdulillah hari ini capek fisik tapi hati bungah banget. :)

Saturday, November 11, 2017

Sweet Dream

Pagi ini pas lagi masak, Lateefa ngedeketin sambil peluk dari belakang. Langsung aja saya sapa.
"Nak.. good morning!" Kiss kiss. "Nyenyak tidurnya, Nak?"
"Nyenyak, Ma.." Diem sebentar. "Aku mimpi indah".
"Hahhaha. Mimpi indah apa, Nak?"
"Aku mimpiin mama".
"So sweet.. senengnya kalo mama jadi mimpi indah. Emang mama lagi apa di mimpi teteh?"
"Mama lagi masak"

Waahaha. Senangnyaaa...
Ada-ada aja ya ini anak pagi-pagi. Seneng aja gitu dia pinter ngomong. Terus ga lama rewel dan ga mau cuci kaki habis dari luar kena air kubangan.


"Teh..kakinya kotor loh.."
"Aku mau kakiku kotor aja ma..biarin aja.."
"Kan kakinya nanti banyak kuman, Nak".
"Mama tapi aku ga mau ada kuman.."
"Ya kalo ga mau ada kuman ya cuci kaki"
Lateefa diem sebentar dan.. "oke ma! Yuks!"

Horee! Alhamdulillah mulai agak mudah membujuk anak kecil ini dengan komprod. Hehe. Seneng siih jadi mudah menyampaikan message dan fokus sama message nya daripada suara saya yang tinggi. Tinggal latihan sama orang lain juga, terutama orang dewasa. Mungkin lebih susah ya kalo sama adult karena ga se-innocence anak-anak. But well..worth a shot ya.

Friday, November 10, 2017

Pengertian

Hari ini Lateefa ngertiin banget mamanya yang lagi capek dan lemes. Badan pegelll banget belum dapet ih. Zzzz.

"Nak, maaf ya mama lagi capek. Mama duduk duduk dulu ya".
Dia mau main, ngajak main masak-masakan. "Kita maen aja yuk mah. Masak-masakan aja".
"Mama lemes, Nak. Kamu main dulu aja sendiri. Nanti abis masak-masakan kita main petak umpet".
"Asiik!!!"

Dia anteng main sendiri di garasi. Main air sampe basah. Ga apa-apa selama tempatnya bukan di dalem rumah.

Abis bantuin Lateefa beberes dan mandi pagi..ehm, jam 10, lalu kita baru main petak umpet. 😘 Udah gitu mamanya ngopi dan anaknya makan sayur sop+nasi. Hmm..☕

Thursday, November 9, 2017

Musuh

Hari ini Lateefa dan saya pertama kalo di rumah berdua, lama. Lalu kami seperti biasa main dan ngobrol.

"Ma, papa mana?"
"Kerja, nak. Kenapa?"
"Aku kangen sama papa. Mau nonton"
"Itu namanya kangen sama hp-nya. Ngapain nonton, sih?"
"Eh! Hmm.. nanya yang lain, deh."
"Mau nanya tentang apa emang?"
"Keripik!"
Jelaslah saya ketawa. "Bahaha! Keripik apa?"
"Iya, jadi Tifa nanya papa suka keripik apa? Habis itu baru bilang papa Tifa boleh pinjem hp ga?"
"Katanya kangen sama papa..kok mau nonton"
"Eh iya ya.. yaudah kalo gitu ngobrol aja dulu. Nanya papa suka keripik ngga? Habis itu baru nonton"
"Matanya dijaga, nak. Kalau mau nonton sebentar saja. Kalau mama-papa bilang sudah ya sudah"
"Iya mah..aku tau."


Masih menjadi PR buat saya untuk menjauhkan Lateefa dari gadget. Dia juga bilang mau ke Eninnya karena mau nonton. "Mau pinjem hp Enin nanti kalo mama kerja".

Saya bersyukur menerapkan no gadget days saat sama Lateefa dari hari Senin-Rabu. Cuma memang dia jadi pinjem ke sana-sini di lain hari. Semoga perlahan-lahan bisa ngga nonton saat sedang bersama anggota keluarga lain, a least ngga selama 30-60menit sekali megang hp.

Wednesday, November 8, 2017

Owning A Moment



Just like one of those days where taking deep breaths wasn't enough. Sampe akhinya nyubit pipi.

So it's the toilet thing again. She didn't want to poo and pee in the toilet. She wee on pants instead. Many times. The reason why was like "Mama, aku ga suka pipis di situ. Toiletnya jelek. Aku jijik mah. Aku ga suka".

I was upset and numb and shocked. How come this little creature understood the feeling of jijik and toilet jelek?? Dan langsung nyubit dia di sambil membelakangi keluarga dekat yang kebetulan bertamu. "Ngomong lagi kaya gitu. ga bersyukur masih punya kamar mandi!" Setelah beberapa detik, saya diam dan Lateefa bilang "Mamaaaa sakiiiit. Jangan dicubiiit!!"

Langsung saya bawa dia ke kamar. "Maaf yaa, mau sama Lateefa dulu". That's what I said dan langsung masuk kamar, kunci.  There I started to snap her.


 "Kamu lihat kamar mandi jeleknya aja. Lihat ga ada air bersih?? Lihat ga ada sabun buat obeh?? Lihat ga ada sikat gigi sama odol? Bersyukur Nak!"
"Tapi aku ga mau maa pipis di situ. Aku mau pulang ke Enin..Kamar mandinya bagus"
"Kalau kamu lihat kamar mandi orang bagus, cukup bilang alhamdulillah kamar mandi mereka bagus! Bukan buat bandingin sama kamar mandi yang kamu punya!"
"Aku ga mau maaaah..kamar mandi ini kotor..."
"Kalau kotor, bersihin! Kalau berantakan, beresin!"
"Mama jangan marah...."
...
...
...
I was about to cry. I took deep breathe. " Mama tahu kamu butuh adaptasi. Perkataan kamu nyakitin mama Nak. Mama sedih kamu belum bisa bersyukur. Mama sedih kamu lihat cuma keramik rusak aja padahal kita punya air bersih berlimpah. Ngga semua orang dapat kenikmatan dapet air bersih loh, Nak.."
"Mama maafin Lateefa ya..."
"Hugs?"
Dan kita berpelukan. Saya minta maaf sudah cubit dia.

Things happened. Sometimes, well...lots of the time those things are not fun, not fine.

Saat saya cukup punya waktu sebentar untuk menelusuri kejadian ini, di situ saya langsung coba recall kejadian kemaren-kemaren. Oh iya... Right in front of her I said the toilet needs a fix. I did say "Hati-hati ya Nak. Keramik kamar mandinya rusak. Tajem nih dikit. Mama tutup ember ya..."
Jadi dia menyimpulkan itu adalah toilet jelek. Walapun saya berkali-kali bilang alhamdulillah udah bisa tinggal sendiri. Alhamdulillah udah bisa belajar mandiri.. cuma mungkin yang nempel ya itu, jeleknya, yang tidak positifnya.

Semoga makin belajar ya Nak, bahwa ngga semua orang beruntung kaya kita. Punya tempat tinggal. Punya air bersih. Punya sabun. Punya listrik. Punya buku. Punya pensil, tas, uang di dompet, anggota tubuh lengkap.

Mama sayang Lateefa. Maafin kalau masih banyak cara yang salah yaa. Yuk, kita perbaiki bareng-bareng! :) And owning this moment of faulty is diamond, I think. Disaat kita tahu kita salah, di situlah kita berbesar hati untuk memperbaiki. Agak mudah kalau bicara teori ya cuma kenyataannya suka berbalik. Terlebih lagi kalau sama suami. Banyak salah dan banyak kekurangan, yang penting mau mengakui kesalahan, memperbaiki, dan terus belajar jadi ibu, istri, dan individu yang jauh lebih baik lagi.