Wednesday, December 30, 2015

Ego



I often lose hope. I often give up. I often cry and I know I am a fragile glass that is easily shattered. Lateefa is getting better alhamdulillah. Udah ngga demam. Masih rewel. Masih marah-marah. Tapi alhamdulillah udah ngga demam dan harus dijaga karena kan tipes ya.. Hal ini bikin nangis juga. Bikin setiap kali lihat dia, rasanya Allah ngasih dunia gw cuma di 1 orang. Rasanya Allah ngasih kebahagiaan gw cuma di 1 sosok. Padahal masih ada suami yang harus didengerin, masih ada suami yang harus diurus, masih ada suami yang harus dimengerti karena dunia-akherat gw bergantung sama ridha-nya dia.

Gw sadar, sering banget gw jadi orang keras kepala dengan merasa benar sendiri. Sering jadi istri yang ga mau dengerin suami karena gw pikir opini dia ga ada dasarnya, gw yang paling tau apa yang paling baik buat gw dan dia dan Lateefa, gw yang paling bener dalam menentukan segala yang berhubungan sama Lateefa, pokonya apa-apa mom knows best, happy wife happy life so please make me happy by listening to me, ini, itu, and so on, and I neglect his feeling.

I feel stupid. I AM stupid. How come I turned into this blind love, a blind love to Lateefa? How come I close my eyes and mind and heart and everything to what I feel, to what my husband feels, to what OUR relationship feels? How could I keep silent? How could I cry and throw the stone to my husband that it is all his fault, that HE is the one who should listen, that HE is the one who should change, that HE is the ONLY one who make mistake because I ALWAYS right?

Love doesn't work that way. Love listens. Love cares. Love accepts. Love understands. Love does magic.

And we created our magic. We went thru magical moment with our families.

It worked. But still life is endless learning process and uncountable series of heart aches, unbeatable misery, that I believe we can create our happily ever after together. It is us who create it and it starts with MYself. That I should listen, that I should care, That I should accept, That I should understand, that I should be patient, more patient of more magic to come.

Bear with me A, bear with me Lateefa. I love you guys and I am sorry to hurt you both in this process called life. I love you too much. <3

Sunday, December 27, 2015

Life



 Lateefa kambuh lagi tipesnya. Rasanya sediih banget. Tapi harus dijalanin dan ekstra istirahat dianya.
Tadi tersirat pemikiran ini pas lagi nunggu : iya ya, manusia..lagi hamil mau punya anak, ada yang belum punya anak mau adopsi, ada yang udah punya anak angkat eh dibunuh demi harta, ada yang tinggal di rumah luas malah mau rumah kecil supaya gampang beresinnya, ada yag tinggal di rumah kecil mau tinggal di rumah besar.

Mungkin inti masalahnya ada kurang bersyukur. Seperti gw. Saat Lateefa sehat dan lari-lari sana sini gw berharap bisa napas, istirahat, capek banget nemenin dia. Ini sekarang dia sakit lagi...ngga se-lemes waktu di rawat inap sih alhamdulillah..tapi tidurrr dan reweeelll dan gw bilang ke diri sendiri : mending capek deh lari sana-sini nemenin Lateefa daripda liat dia sakit, lemesss, tidur...rewelll... :'(

"dari Allah semua pasti baik", setuju. ga mungkin ga baik dari yang maha segala-galanya. Kalau dari Allah-nya air putih, kalau 'wadah' nya air putih juga pasti jadinya bening kan..bersih.. Tapi kalau dari Allahnya bening, air putih...'wadah' kita isinya air kopi..ya jadi kotor juga kan isi wadah/gelasnya?

"it is not the situation, it is what you are made of", another stab. Baca di 9gag dan ini enohok gw banget. Bukan gimana situasi atau kejadian yang datang pada kita tapi tergantung dari 'material' kita. Air mendidih membuat kentang yang keras menjadi lembut dan membuat telur yang tadinya cairan menjadi matang, jadi padat. Padahal situasinya sama : air mendidih. Yang beda apa? Material nya. Kentang mentah dan telur mentah.

Lateefa sakit tu bikin my world upside down. Semuanya kayanya lebih susah. Lebih sedih. Lebih berat dari yang terlihat. Tapi kalau Allah ngasih gini pasti gw dan suami kuat untuk ngadepinnya. Cuma kadang bingung aja kalau lagi ngga solat,curhatnya gimana.Paling pas nenenin dia, atau ngobrol sama suami, atau pas share sama keluarga atau saudara nangis bombaynya, ngga bisa solat kan.

Semoga semuanya bisa diterima dengan baik sama gw dan suami. Semoga ini bisa menjadi pelajaran buat gw dan suami untuk terus ngejaga Lateefa. Amiin.

  

Friday, December 25, 2015

Moment




Mam,
semalem kepikiran gini pas nenenin Lateefa : apa jadinya ya kalau ditinggal ibu dari umur 8 tahun? Gimana rasanya ys kalau tidur sendiri tanpa ada suami setelah 31 tahun menikah? Sama siapa ya, mama berbagi keluh kesah? Dan tiba tiba langsung nangis bombay.

Sehabis ada pikiran kaya semalem, rasanya mau deh cerita sama Mama tentang susahnya jadi istri dan ibu. Susahnya mengurus anak dan suami. Repotnya bagi waktu antara beresin rumah, jualan, ngajar, dan ngurus Lateefa. Jadi inget beberapa tahun lalu, pas mama ultah saya bilang ke papa "Pa, kita beliin mama tasbeh yuk. Yang mahal, Pa. Yang kristal". Masih inget reaksi mama saat nerima tasbeh itu dan masih inget banget tasbeh itu selalu dibawa-bawa sama Mama. Sampai akhirnya mama harus dirawat di salah satu RS di Bogor, karena tasbeh itu dipegang terus sama mama daru IGD ke kamar, saat diinfus, sampai akhirnya mama tidur...dan hilanglah.

Kepikiran mau kasih mama sesuatu. Bukan tasbeh lagi ah sekarang mah, mukena dari Tatuis aja ya Mah buat dibawa-bawa. Pas banget motifnya bunga dan warna krem yang mama suka. Pas banget lagi diskon di Moxy. Maklum deh yaa saya mama modis (modal diskon). Eh, sekalian mau beli wide selfie lens, ah.
Biar kalau foto bisa tigaan sama mama dan Lateefa, ga jadi tukang foto terus :P

Selalu ada momen pas ya buat belanja, terutama akhir tahun :D