Tuesday, June 13, 2017

NHW#5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar

NHW#5 bikin saya ngerutin dahi. Belajar caranya belajar. Like..what?
Terus tiba-tiba inget kejadian kemarin. Tentang saya, tentang suami dan Lateefa.

Anak selalu jadi prioritas. That's what's on my mind, karena dapat itu dari mama. Anak didahulukan. I learn. I have learnt so much sampai akhirnya berfikir 'bener ga sih anak? Apa-apa anak?'. Ga mungkin la gw ga sayang sama Lateefa tapi saat recalling my mom's saying kayanya ada sisi di diri saya yang kayanya mempertanyakan kata-kata mama. Saya udah jadi ibu sekarang dan takuuut sekali kalau saya salah tentang sesuatu dan itu membekas ke anak. Walaupun kemungkinan tetap ada tapi tetap minta pada Yang Maha Kuasa supaya diminimalisir. Soalnya just like this, kata-kata mama itu kuat banget. Inget terus jadi saya kan. Lama-lama jadi way of life, mendahulukan anak. Karena berpikir suami bisa urus apa-apa sendiri, sementara Lateefa kan masi kecil.

Sampaaaai, i posted on IG, beli mainan Lateefa kepending karena nonton mba @verauli.id di TVRI. Psikolog yang biasa ada di cerita perempuan itu jeng jeng tiba-tiba muncul di TVRI out of nowhere. Gw juga jarang banget kan nonton tv, apalagi TVRI. Nonton TV paling Adit Sopo Jarwo nemenin Lateefa. Ini tiba-tiba tet, berenti disitu. You know what I heard?

# Kalau memuji, pakai YOU message. Contoh : you're awesome. Kamu sweet banget udah mijitin aku. Kamu manis banget jemput aku pake surprise gini (dua contoh terakhir dari saya yah bukan dari mba VeraπŸ˜…)

# Kalau marah, pakai I message. Aku tuh ga suka kamu pulang malem. Aku ga bisa nemenin anak-anak sendiri sampai larut. Aku ga suka kamu terlalu sibuk di kantor.

And the very last point hitting me like shooting star was

# Kalau ada yang bilang anak-anak nomer satu, no. Suami didahulukan. Suami yang jadi nomer satu, baru anak-anak.

...

Silence. Shot to my head and I was like "ooh..ini jawaban dari pertanyaan gw selama ini". Okay. Heart broken, yes. Selama ini jadi saya mempraktekkan yang salah? Selama ini jadi saya mendengar yang salah TANPA KROSCEK jadi langsung dipraktekkan? Dita where have you been? How could you?

Saya ngga nyalahin mama. Karena semua yang saya lakukan ya harus saya yang bertanggung jawab. Apalagi saya udah mau 30 tahun. Saya cuma kasihan sama mama. Hidup di point of view yang salah. Sampai dua tahun lalu memutuskan cerai dari papa. Terus tiba-tiba saya bertanya "apa ini hasil mendahulukan anak? Bercerai dengan suami?". Saya langsung bersyukur lihat mba Vera hari itu juga.

Setelah tahu mana teori yang benar dan valid, saya langsung coba praktek kan biar makin ingat dengan teori yang dikemukakan mba Vera. 

This morning suami minta cek apaa gitu ya, dan lateefa minta main. I said ke lateefa "nak, mama bantuin papa dulu ya. Habis itu mama main sama kamu".

This evening, Lateefa kebangun malem karena lagi ga enak badan. Pas saat suami minta bikinin pisang goreng. I said to suami : a bentar ya, aku ngelonin teteh dulu. Habis ini aku bikinin pisang goreng.

***

23:26 di jam HP. Dan masih bersyukur denger mba Vera saat anak masih 3 tahun. Mau ngeluarin buku juga ni mba Vera. Aaaak! Ga sabar lihat buku Mbak di toko buku. 😘 Pengen pre order buru-buru deh. Hehe..

Alhamdulillah belajar banyak 2 hari ini. Dan pas banget sama NHW#5 tentang Belajar Bagaimana Cara Belajar. Mungkin itu ya cara saya?

Got the theory. Do the action. Writing it down (menulis yang saya sudah lakukan berdasarkan sumber ilmu yang saya dapat - dalam hal ini tentang relationship sama suami). Ngeliat kesalahan yang lalu dan menerima kesalahan tersebut, ikhlaskan, lupakan. Lakukan hal yang benar based on theory. Lakukan, lakukan, lakukan. Sampai akhirnya jadi kebiasaan, good habit..dan kunci jadi deep habit (nilai plus sekali karena deep habit nya based on theory dari seseorang yang berilmu di bidangnya).

Yang pasti kembali lagi, tujuannya supaya mejadi orang yang lebih berilmu. Ternyata saya butuh juga ilmu dari ahli relationship seperti psikolog seperti saya membutuhkan ilmu parenting seperti dari IIP ini. Ilmu bisa didapat darimana saja ternyata : TV, YouTube, ceramah pengajian, dan orang-orang sekitar seperti saya belajar dari kesalahan ibu dan dan terutama kesalahan diri sendiri. Terus jangan lupa praktek setiap hari, terapkan di kehidupan sehari-hari karena agama itu praktek. Karena "practice makes perfect". Walaupun ga perfect, setidaknya kita berusaha. Seperti NHW#5 ini..😎 Terus lihat kesalahan yang udah dilakukan, perbaiki, dan evaluasi lagi.
πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ Nulisnya aja narik napas..kayanya susah banget prakteknya..tapi yang penting berusaha dan terus belajar kan. Praktek 1x sehari tentang mendahulukan suami itu udah baby steps kok Dit 😊

Huwaaa... Selaluuuu aja kalau nulis NHW puanjaaaang banget begini. Ga bisa disimplify aja apa ya? Kebiasaan curhat sama diary dari dulu. FYI, nulis juga disuruh mama dulu dan papa sering ajak ke toko buku buay beli stationery lucu. Aah..how i miss the old days.

Aaaak!! 23:45!
Belum isyaan! Belum taraweh. Zzzzzz. Sudah dulu nulisnya. Nanti kita lanjut dengan foto-foto Lateefa yaa di beberapa post ke depan.

***

Edited di pagi hari..setelah curhat dan tanya-tanya grup kelompok belajar IIP Batch 4 Bogor. Terima kasih Bunda Erika atas insight nya 😘. Belajar bisa via WA juga sekarang ya. Kalau ada kelas online gini, bakalan masih ada kelas offline ga ya beberapa puluh tahun ke depan? πŸ˜“

No comments:

Post a Comment