Saturday, July 29, 2017

NHW#9 Bunda Sebagai Agen Perubahan

Here I am NHW#9! Wohooo!
Semenjak no gadget days buat Lateefa, saya semakin jarang pegang HP atau netbook. Apalagi kemaren sempet error HPnya dan keluar notifikasi Google Play Service has stopped many many many times. Jadi yaudah tuh HP didiemin aja, kecuali buat whatsapp papanya Lateefa yang sedang menjadi Bang Toyib karena meeting dll dll dll. (See you today, sayang!)

Hari ini sub kelas Ms. Ria. It's Basic 3 TOP NOTCH dan ada satu murid trial, tiga lainnya anak kuliah. Serunya, they speak English, they have varioud future plans dari getting married sampe buying branded bags, ada juga ya "meeting good looking man..move to apartement with that good looking man". Hahha! Kocak abis.

But this one trial student catches my attention. Intinya dia bekerja di salah satu kementrian di JKT. Terus, dia mau bisa bahasa Inggris karena mau ambil scholarship, mau membantu atasannya saat ketemu stakeholder, mau lebih bisa bahasa inggris intinya mah. Saya langsung ingat di NHW#8 saat saya ambil minat bakat, dan ada salah satunya jadi motivator kan. Dan bener aja keluar tuh jurus motivator di kelas ini.

"Hopefully you'll get broader links and better relationship with people, or the stakeholder because you can reply what they're saying. Not just becoming someone who's listening, or passive in English. And yes, for the scholarship bla bla bla...Good luck!."
"Yes and I have son and my wife speaks in English, too. We really are interested in English.... And now I have you to speak English with"
"..and all your friends here, and the teachers, even OBs!"
"Yes mis...blablabla.." dan di akhir kata dia bilang "thank you very much miss"

Dan seketika itu juga saya yang kaget sama diri sendiri iya ya, kata-kata itu bisa bikin seseorang bungah/seneng dan semangat. Kalau ga dipakai dengan baik dan benar bisa juga nyakitin dan mengarah ke bullying (amit-amit ya Allah..). Ini bener banget nih test minat bakatnya. Jadi concern sama yang issue yang sering hadir di kalangan anak-anak sekarang, bahkan Oka mantannya Karin @awkarin juga gosipnya killed by hatred karena banyak netizen yang kesel sama dia karena dia belum bayar gajinya Karin gitu-gitu kan? Oh wait tapi kalau gosip kan ga valid. Ini aja deh yang kejadian di kelas, but not this Basic 3 class.

Kalau ada temen yang salah spelling/pronunciation pasti diledekin. Pernah waktu ngajar kelas apa ya..lupa. Cuma ada yang bilang "I am not egoist miss" dan temennya langsung nyeletuk "hahaha!apaan tuh egoist! selfish kali maksud lo!!" dan saya yang "Yes, egois is selfish in English thank you, Fino - nama samaran. is that how you're telling your friend the right vocabulary in English?" eh tu anak diem. And you know what happened next? Yang bilang 'egoist' itu ga lanjut dong minggu minggu depannya. Sedih banget...

Itu baru satu. I've been teaching almost 7 years here dan ketemu banyak tipe anak yang kaya gitu. Sering kaget juga, apalagi yang kalau ngomong sama temannya langsung pakai bahasa binatang atau ngomong "iih najjjjjj******ssss" ke temennya, kenceng, in front of me. Is this what's happening in this generation? Then I'll have to make sure Lateefa's living the manner in my generation, in every generation, Al-Qur'an and Hadits based (amiin!). Saya juga masih belajar dan banyak kekurangan tapi tiap ngeliat murid ajaib, langsung berdoa sama Allah semoga saya bisa jadi mama yang baik untuk Lateefa dan Lateefa jadi pribadi yang jauh lebih baik dari saya. Kenapa lebih baik? Karena harus ada perubahan di tiap generasi, perubahan yang baik.

Okay, perubahan yang baik di keluarga. Ngapain repot urusin urusan orang sih? Anak murid kan layernya banyak. Ada ibu-bapaknya, atau kakek-neneknya, atau lingkungannya. It's not your job to take care of them.

Ya kalau bukan saya yang negur, siapa? Orang kejadiannya tepan depan mata saya. Saya 'orang tua' yang ada saat itu pas verbal bullying terjadi. Mau diem aja? No I won't. Itu namanya empati kan?

Pas banget dengan NHW#9 ini. Ada rumus EMPHATY+PASSION=SOCIAL VENTURE. Sekarang saya mau coba list dari minat sampai ide sosial yang ada di benak saya berdasarkan passion dan kemampuan saya.

Minat, Hobi, Ketertarikan
Parenting
Dunia Anak
Crafting

Skill (Soft and Hard)
Bisa memotivasi
Membuat slides untuk presentasi
Kreatif

Isu Sosial
Verbal Bullying

Masyarakat
Anak-anak di kelas dan di lingkungan rumah

Ide Sosial
Sosialisasi buruknya dampak verbal bullying, belajar berbahasa yang baik dari kecil

Senengnya, ILP udah pasang duluan betapa verbal bullying is a NO. Jadi bisa sekalian ingetin anak-anak tentang ini juga.


Bermanfaat di keluarga dan di masyarakat kan impian jangka panjang saya hehe. Pengen banget banget ih kaya gini. Semoga selalu bermanfaat buat keluarga dan masyarakat ya Dit. Amiin.

No comments:

Post a Comment